PELANGGARAN ETIKA PROFESI DI INDONESIA, ANALISA dan SOLUSINYA

 CONTOH PELANGGARAN ETIKA PROFESI DI INDONESIA

Kasus Etika Profesi Akuntansi, Kasus PT KAI 2006

Komisaris PT KAI (Kereta Api Indonesia) mengungkapkan bahwa ada manipulasi laporan keuangan dalam PT KAI yang seharusnya perusahaan mengalami kerugian tetapi dilaporkan mendapatkan keuntungan.

“Saya mengetahui ada sejumlah pos-pos yang seharusnya dilaporkan sebagai beban bagi perusahaan tapi malah dinyatakan sebagai aset perusahaan, Jadi disini ada trik-trik akuntansi,” kata Hekinus Manao, salah satu Komisaris PT. KAI di Jakarta, Rabu.

Dia menyatakan, hingga saat ini dirinya tidak mau untuk menandatangani laporan keuangan tersebut karena adanya ketidak-benaran dalam laporan keuangan itu

“Saya tahu bahwa laporan yang sudah diperiksa akuntan publik, tidak wajar karena sedikit banyak saya mengerti ilmu akuntansi yang semestinya rugi tapi dibuat laba,” lanjutnya.

Karena tidak ada tanda-tangan dari satu komisaris PT KAI, maka RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT Kereta Api harus dipending yang seharusnya dilakukan pada awal Juli 2006.

Analisa : 

PT Kereta Api Indonesia tidak boleh mengabaikan dimensi organisasional penyusunan laporan keuangan dan proses audit. Setiap bagian lembaga yang ada di dalamnya hendaknya diberi pemahaman masalah esensial akuntansi dan keuangan yang ada agar tidak terjadi kesalahan dalam menangani akuntansi serta keuangan secara khusus. Upaya ini penting untuk dilakukan guna membangun kesepahaman (understanding) diantara seluruh unsur lembaga. Selanjutnya, soliditas kelembagaan diharapkan tercipta sehingga mempermudah penerapan sistem pengendalian manajemen di dalamnya.

Solusi :

Untuk PT KAI harus memperketat pemantauan cara kerja setiap karyawannya guna menghilangkan potensi atau peluang dari kesalahan atau bahkan meniadakan peluang untuk pemalsuan data dan dokumen

dan juga perlu diadakannya refreshment karyawan setiap bulannya guna mengetahui perkembangan dari setiap pekerjanya dan juga membangun solidaritas antar karyawan dan petingginya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DATA FORGERY

ETIKA PROFESITEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI